Monday, 2 October 2017

Penjelasan Tentang IP Address

IP address atau alamat IP ini berkaitan dengan penggunaannya untuk jaringan internet yang biasa digunakan. Pada umumnya IP address ini digunakan sebagai identitas dari sebuah perangkat yang kita gunakan, biasanya peng-inisialannya menggunakan deretan angka.

Fungsi IP address (internet protocol address) ini juga berkaitan dengan penggunaan DHCP (baca: fungsi dhcp) ataupun DNS server (baca: fungsi DNS server). Pada DHCP server, client biasanya akan menerima pengalamatan IP address secara otomatis, sedangkan untuk DNS server IP address digunakan untuk mensetting pada IPv4. Selain berguna untuk penggunaan tools tadi, IP juga memiliki fungsi lainnya.

IP address ini juga memiliki kelas kelasnya yang sudah dikelompokkan. Namun, sebelum lebih jauh memahami mengenai IP address, kita harus tahu apa itu IP address? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan mengenai definisi ip address, fungsi dan pembagian kelasnya dibawah ini.



Pengertian IP Address dalam Jaringan Internet

Apa yang dimaksud IP address? IP Address adalah sebuah deretan angkat biner mulai dari 32 bit - 128 bit yang dipakai untuk pengidentifikasian tiap perangkat hostname (komputer/laptop) dalam jaringan internet. Jenis ip address IPv4 atau dikenal dengan internet protocol version 4 menggunakan deretan angka 32 bit, sedangkan jenis ip adress IPv6 atau internet protocol version 6 menggunakan deret angka 128 bit.
Alamat IP address tiap hostname ini berbentuk unik, dan tiap perangkat memiliki ip address yang berbeda-beda. Jadi, jika anda memiliki 2 buah laptop, maka kedua buah laptop itu memiliki ip address sendiri-sendiri. Bisa dibilang punya nama sendiri-sendiri.

Fungsi IP Address dalam Jaringan

Apa fungsi IP Address? Nah, setelah mengetahui definisi ip adress, selanjutnya mari kita simak penjelasan di bawah ini mengenai kegunaan IP address. IP Address ini memiliki 2 fungsi yakni sebagai identitas dan sebagai alamat lokasi hostname.

1. IP Address sebagai Identitas

Fungsi IP address sebagai identitas erat kaitannya dalam penamaan sebuah perangkat (hostname). Ibaratnya manusia memiliki nama yang digunakan sebagai identitas. Cuman pada komputer atau host penamaan ini berupa angka biner antara 32 bit-128 bit.

2. IP Address sebagai Alamat atau Lokasi sebuah Host

Fungsi IP address lainnya yakni sebagai alamat atau lokasi sebuah host berada. Fungsi inilah yang paling banyak digunakan biasanya untuk mentransfer data atau sebuah file baik itu melalui penggunaan DHCP server, penggunaan DNS dan sebagainya.
Pembagian Kelas IP Address




Berdasarkan tabel di atas, pembagian kelas ip address dapat kita lihat dengan seksama yakni :

Kelas A
Kelas IP address tipe A ini terdiri dari 8 bit digunakan untuk network ID dan 24 bit untuk host ID. Oktet pertama mulai dari angka 1-126, bit pertama 0 (nol), dan jumlah network 126 serta jumlah ip address 16juta lebih.

Kelas B
Kelas IP address tipe B ini terdiri dari 16 bit untuk network ID dan 16 bit untuk host ID. Oktet pertama mulai dari angka 128-191, 2 bit pertama 10, jumlah network 16ribuan lebih dan jumlah ip address 65ribuan lebih.

Kelas C
Kelas IP address tipe C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan 8 bit untuk host ID. Untuk 3 bit pertama adalah 110, oktet pertama 192-223, jumlah network 2jutaan lebih dan jumlah ip address 254.

Kelas D
Kelas IP address tipe D ini tidak mengenal network ID atau host ID karena memiliki sistem multicasting. Untuk bit pertama adalah 1110, oktet pertama 224-239, bit cadangan 18 bit sedangkan bit-bit lainnya bisa diatur sesuai keperluan multicast pada grupnya.

Kelas E
Kelas IP address tipe D ini tidak mengenal network ID atau host ID karena memiliki sistem multicasting. Untuk bit pertama adalah 11110, oktet pertama 240-255, pada kelas E ini biasanya digunakan sebagai ruang alamat cadangan untuk percobaan/eksperimental.

Saturday, 9 September 2017

Hukum Dasar Aljabar Boolean

Ungkapan Boolean

Komputer digital modern dirancang, dipelihara, dan operasinya dianalisis dengan memakai teknik dan simbologi dari bidang matematika yang dinamakan aljabar modern atau aljabar Boolean
pengetahuan mengenai aljabar boolean ini merupakan suatu keharusan dalam bidang komputer.

KONSEP POKOK ALJABAR BOOLEAN

Variabel – variabel yang dipakai dalam persamaan aljabar boolean memiliki karakteristik
Variabel tersebut hanya dapat mengambil satu harga dari dua harga yang mungkin diambil. Kedua harga ini dapat dipresentasikan dengan simbol “ 0 ” dan “ 1 ”.

Penambahan Logis      Perkalian Logis         Komplementasi atau Negasi
0 + 0 = 0                     0 . 0 = 0                   0 = 1
0 + 1 = 1                     0 . 1 = 0                   1 = 0
1 + 0 = 1                     1 . 0 = 0
1 + 1 = 1                     1 . 1 = 1

HUKUM DASAR ALJABAR BOOLEAN

a. Hukum Komutatif

  • A + B = B + A
  • A . B = B . A

b. Hukum Asosiatif

  • (A + B) + C = A + (B + C)
  • (A . B) . C = A . (B . C)

c. Hukum Distributif

  • A . (B + C) = A . B + A . C
  • A + (B . C) = (A + B) . ( A + C )

d. Hukum Identitas

  • A + A = A
  • A . A = A

e. Hukum Negasi

  • (A) = A
  • A = A

f. Hukum Redundan

  • A + A . B = A
  • A . (A + B) = A

g. Indentitas

  • 0 + A = A
  • 1 . A = A
  • 1 + A = 1
  • 0 . A = 0
  • A + A . B = A + B

h. Teorema De Morgan

  • (A + B) = A . B
  • (A . B) = A + B
Summary
0 + X = X
1 + X = 1
X + X = X
X + X = 1
0 . X = 0
1 . X = X
X . X = X
X . X = 0
X = X
X + Y = Y + X
X . Y = Y . X
X + (Y + Z) = (X + Y) + Z
X . (Y . Z) = (X . Y) Z
X . (Y + Z) = XY + XZ
X + XZ = X
X (X + Y) = X
(X + Y) ( X + Z) = X + YZ
X + XY = X + Y
XY + YZ + YZ = XY + Z

Perbedaan antara aljabar Boolean dan aljabar biasa untuk aritmatika bilangan riil :

  1. Hukum distributif + dan . Seperti a+(b.c) = (a+b) . (a+c) benar untuk aljabar Boolean tetapi tidak benar untuk aljabar biasa.
  2. Aljabar Boolean tidak memiliki kebalikan perkalian (multiplicative inverse) dan penjumlahan, sehingga tidak ada operasi pembagian dan pengurangan.
  3. Sifat no 2 mendefinisikan operator yang dinamakan komplemen yang tidak tersedia pada aljabar biasa.
  4. Aljabar biasa memperlakukan bilangan riil dengan himpunan yang tidak berhingga. Aljabar Boolean memperlakukan himpunan elemen B yang sampai sekarang belum didefinisikan, tetapi pada aljabar Boolean dua nilai yaitu nilai 0 dan 1.

Hal lain yang penting adalah membedakan elemen himpunan dan peubah (variabel) pada sistem aljabar.

elemen   himpunan    peubah
Aljabar   biasa           bil riil                   a, b, c
Aljabar   Boolean       bil riil                   x, y, z

Suatu aljabar Boolean harus memenuhi 3 syarat :

  1. Elemen himpunan B
  2. Kaidah/aturan operasi untuk dua operator biner
  3. Himpunan B, bersama-sama dengan dua operator tersebut,memenuhi postulat Huntington.

Aljabar Boolean dua-nilai

Aljabar Boolean dua-nilai (two-valued Boolean algebra) didefinisikan pada sebuah himpunan dengan dua buah elemen, B = {0,1}, dengan kaidah untuk operator + dan Prinsip Dualitas.

Misalkan S adalah kesamaan (identity) di dalam aljabar Boolean yang melibatkan operator +,  ×, dan komplemen, maka jika pernyataan S* diperoleh dengan cara mengganti
×  dengan  +
+  dengan   .
0  dengan  1
1  dengan  0
dan membiarkan operator komplemen tetap apa adanya, maka kesamaan S* juga benar. S* disebut sebagai dual dari S.
(i)   (a × 1)(0 + a’) = 0  dualnya (a + 0) + (1 × a’) = 1
(ii)  a(a‘ + b) = ab dualnya a + ab = a + b
Contoh. Buktikan (i) a + ab = a + b dan   (ii) a(a’ + b) = ab

Penyelesaian:

(i) a + ab = (a + ab) + ab (Penyerapan)
a + (ab + ab) (Asosiatif)
a + (a + a’)b (Distributif)
a + 1 · b (Komplemen)
a + b (Identitas)
(ii) adalah dual dari (i) 

Fungsi Boolean (disebut juga fungsi biner) adalah pemetaan dari Bn ke B melalui ekspresi Boolean, kita menuliskannya sebagai
f : Bn -> B
yang dalam hal ini Bn adalah himpunan yang beranggotakan pasangan terurut ganda(ordered n-tuple) di dalam daerah asal B.
Setiap ekspresi Boolean tidak lain merupakan fungsi Boolean.
Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah f(xyz) = xyz xy + yz
Fungsi f memetakan nilai-nilai pasangan terurut ganda 3 (xyz) ke himpunan {0, 1}.
Contohnya, (1, 0, 1) yang berarti x = 1, y = 0, dan z = 1
sehingga f(1, 0, 1) = 1 × 0 × 1 + 1’ × 0 + 0’× 1 = 0 + 0 + 1 = 1
Contoh. Diketahui fungsi Boolean f(xyz) = xy z’, nyatakan dalam tabel kebenaran.

Penyelesaian:

xyzf(xyz) = xy z
0 0
0
0
1
1
1
1
0 0
1
1
0
0
1
1
0 1
0
1
0
1
0
1
0 0
0
0
0
0
1
0

Wednesday, 6 September 2017

Pengertian, Fungsi dan jenisnya BIOS

Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis BIOS| Tahukah anda BIOS ?.. Kali ini kita akan mengulas pengeritan, fungsi, dan jenis-jenis BIOS pada Komputer. Secara umum, Pengertian BIOS adalah komponen komputer yang berupa software (perangkat lunak) yang mengontrol sejumlah hardware komputer. BIOS atau Basic Input Output System. Tugas utama BIOS adalah sebagai pengecekan dalam berjalannya sistem operasi terhadap sejumlah hardware.

Fungsi utama BIOS adalah mengontrol hardware (perangkat keras) komputer dengan memberikan instruksi atau perintah menginsialisasi dan identifikasi perangkat sistem yang disebut dengan POST (Power On Selft Test). Perangkat sistem yang diintruksikan yaitu RAM, CPU, Hardisk Drive, CD/DVD, VGA Card, Keyboard, dan Mouse serta Hardware pada saat booting.

1. Macam-Macam Fungsi BIOS -  Selain dari fungsi utama BIOS, terdapat juga fungsi-fungsi lain BIOS pada komputer. Fungsi BIOS yang lainnya adalah sebagai berikut... 
  • Pengaturan media penyimpanan 
  • Menunjang proses inisialisasi atau penyalaan komputer
  • Pengaturan proses booting
  • Pengecekan sejumlah hardware
  • Pengaturan Keyboard, USB, Mouse dan perangkat lainnya.
2. Jenis - Jenis BIOS - BIOS terbagi atas 3 jenis yang paling banyak digunakan oleh komputer. Jenis-jenis BIOS adalah sebagai berikut... 

a. AMI BIOS 

Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan AMI BIOS

Pengertian AMI BIOS - AMI BIOS adalah BIOS yang berasal dan dikembangkan oleh Megatrend Amerika yang populer pada tahun 2002 sebagai fimrware komputer. Perusahaan AMI BIOS banyak diproduksi perusahaan yang memiliki motherboard dan perusahaan lain menjual motherboard.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah AMI BIOS

Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan AMI BIOS

  • 1x : RAM mengalami masalah
  • 2x : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
  • 3x : Kegagalan memori pada 64 pertama
  • 4x : Timer pada sistem gagal bekerja
  • 5x : CPU Error atau motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
  • 6x : Controller pada keyboardtidak dapat berjalan dengan baik
  • 7x : Vido Mode Error
  • 8x : Tes Mmori VGA gagal
  • 9x : Checksum error ROM BIOS bermasalah
  • 10x : CMOS Shutdown resd/write mengalami masalah
  • 11x : Chache memori error
  • 1 beeb panjang dan 3 beeb pendek : Extended memori rusak
  • 1 beeb panjang dan 8 beeb pendek : Tes tampilan gambar gagal

b. AWARD BIOS 
Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan AWARD BIOS

Pengertian AWARD BIOS - AWARD BIOD adalah BIOS yang memiliki built- in program yang dapat dimodifikasi dasar sistem konfigurasi oleh pemakainya. Informasi disimpan di CMOS RAM yang dapat menyimpan informasi setup, bahan ketika power dimatikan.  Cara menjalankannya : dengan menekan tombol DELETE ketika anda menghidupnya atau reboot sistem untuk masuk ke awal program setup BIOS.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah AWARD BIOS

Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan AWARD BIOS

  • 1 beep panjang dan 2 beep pendek : Video error
  • 1x beep panjang  : kesalahan RAM
  • 1x panjang dan 2x beep pendek : VGA Rusak
  • 1x panjang dan 3x beep pendek  : Keyboard rusak
  • Beep tak terputus : RAM atau Grafik tidak terpasan

c. PHOENIX BIOS
Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan PHOENIX BIOS

Pengertian PHOENIX BIOS - PHOENIX BIOS adalah BIOS yang mengembangkan dan mendukung perangkat sistem lunak sistem inti yang paling banyak digunakan di Indoneia baik itu komputer pribadi dan perangkat komputer lainnya. Produk PHOENIX  biasa disebut dengan BIOS atau firmware yang memiliki keunggulan dalam dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas, kemanan, pengelolaan berbagai komponen, dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut. 

Kode Beeb Peringatan/ Masalah PHOENIX BIOS

Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan PHOENIX BIOS

  • 1x - 1x - 4x = BIOS rusak
  • 1x - 2x - 1x = Motherboard rusak
  • 1x - 3x - 1x = RAM mengalami kerusakan
  • 3x - 1x - 1x = Motherboard rusak
  • 3x - 3x - 4x = VGA mengalami kerusakan

d. IBM BIOS 
Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan IBM BIOS

Pengertian IBM BIOS - IBM BIOS adalah  sebuah perusahaan yang memproduksi perangkat keras dan perangkat lunak. IBM (Internasional Business Machines Corporation) yang berdiri 16 juni 1911 dan beroperasi sejak 1888 yang berpusat di Armonk, New York, Amerika Serikat. IBM BIOS meluncurkan tiga versi antara lain sebagai berikut.
  • 24 April 1981, BIOS yang hanya memiliki memori fisik hingga 544 kb yang tidak dilengkapi fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory Adress) untuk beberapa kartu ekspansi seperti adapter hardisk, video, dan lain-lainnya.
  • 19 Oktober 1981, BIOS versi kedua yang sama dengan keluaran pertama, namun diunggulkan dengan ditambahi bugfix.
  • 27 Oktober 1982, BIOS versi ketiga yang memiliki memori fisik 640 kb yang ditambah fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory Adress). BIOS versi ketiga paling banyak digunakan.
Kode Beeb Peringatan/ Masalah IBM BIOS

Gambar Pengertian, Fungsi, Kode Beeb, Jenis-Jenis dan Keunggulan IBM BIOS

  • Tidak ada Beep : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  • 1 Beep pendek : Normal POST dan PC dalam keadaan baik
  • Beep terus menerus : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  • Beep pendek berulang-ulang : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  • 1 Beep panjang 1 Beep pendek : Masalah Motherboard
  • 1 Beep panjang 2 Beep pendek : Masalah bagian VGA Card (mono)
  • 1 Beep panjang 3 Beep pendek : Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
  • 3 Beep panjang : Keyboard error
  • 1 Beep : blank monitor VGA card sirkuit
3. Cara Mengakses BIOS - Cara mengakses BIOS adalah dengan menekan tombol delete atau F2 pada saat komputer di nyalakan. Kemudian akan terdapat tulisan seperti "Prees F2 to Enter Setup", maka tekan F2 secara berulang-ulang. 

4. Keunggulan BIOS - BIOS memiliki keunggulan disaat troubleshooting pada kerusakan komputer antara lain sebagai berikut.. 
  • Masalah komputer yang mati total dapat diatasi dengan mereset BIOS komputer
  • Melihat spesifiaksi pada setiap perangkat komputer
  • Mengoptimalkan kinerja komputer yang dikenal overclocking
  • Menginstalasi komputer windows melalui pengaturan firs boot terlebih dahulu.

Saturday, 2 September 2017

Penjelasan Tentang Gerbang Logika

Gerbang Logika

Tabel. Gerbang Logika

PENGERTIAN GERBANG LOGIKA

Gerbang Logika adalah rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.Dikarenakan analisis gerbang logika dilakukan dengan Aljabar Boolean maka gerbang logika sering juga disebut Rangkaian logika.

Rangkaian logika sering kita temukan dalam sirkuit digital yang diimplemetasikan secara elekrtonik dengan menggunakan dioda atau transistor. Gerbang Logika adalah blok dasar untuk membentuk rangkaian elektronika digital.

Sebuah gerbang logika mempunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input Output-outputnya bisa bernilai HIGH (1) atau LOW (0) tergantung dari level-level digital pada terminal inputnya. Ada7 gerbang logika dasar: AND, OR, NOT, NAND, NOR, Ex-OR, Ex-NOR
Ada 7 gerbang logika yang kita ketahui yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Gerbang logika Inventer (NOT)

Inverter (pembalik) merupakan gerbang logika dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana sinyal keluaran selalu berlawanan dengan keadaan sinyal masukan.

Inverter disebut juga gerbang NOT atau gerbang komplemen (lawan) disebabkan keluaran

Operasi NOT :

  • Jika Input A HIGH, maka output X akan LOW
  • Jika Input A LOW,makaoutput X akan HIGH

Rangkaian Saklar NOT :


2. GERBANG LOGIKA NON-INVERTER

Berbeda dengan gerbang logika Inverter yang sinyal masukannya hanya satu untuk gerbang logika non-Inverter sinyal masukannya ada dua atau lebih sehingga hasil (output) sinyal keluaran sangat tergantung oleh sinyal masukannya dan gerbang logika yang dilaluinya (NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR). Yang termasuk gerbang logika non-Inverter adalah :

1. Gerbang AND

Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang AND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1)

Operasi AND :

  • Jika Input A AND B keduanya HIGH, maka output X akan HIGH
  • Jika Input A atau B salah satu atau keduany aLOW maka output X akan LOW


CARA KERJA GERBANG AND :

Untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung berdasarkan inputanya, gunakan rumus ini :

RANGKAIAN SAKLAR :

2. Gerbang OR

Gerbang OR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang OR mempunyai sifat bila salah satu dari sinyal masukan tinggi (1), maka sinyal keluaran akan menjadi tinggi (1) juga.

SIMBOL GERBANG OR :



Operasi OR :

  • Jika Input A OR B atau keduanya HIGH, maka output X akan HIGH
  • Jika Input A dan B keduanya LOW maka output X akan LOW

Cara kerja Gerbang OR :

Rangkaian Saklar :

3. Gerbang NAND (Not-AND)

Gerbang NAND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NAND mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin rendah (0) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan tinggi (1).

Operasi NAND :

  • Merupakan Inversi(kebalikan) dari operasi AND
  • Jika Input A AND B keduanya HIGH,maka output X akan LOW
  • Jika Input A atau B atau keduanya LOW, maka output X akan HIGH 

SIMBOL :

Tabel kebenaran :


Gerbang NAND juga disebut juga Universal Gate karena kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memenuhi semua fungsi dasar gerbang logika yang lain.

4. Gerbang NOR (Not-OR)

Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol.

Operasi NOR :

  • Merupakan Inversi (kebalikan) dari operasi OR
  • Jika Input A dan B keduanya LOW,maka output X akan HIGH
  • Jika Input A OR B salah satu atau keduanya HIGH, maka output X akan LOW

SIMBOL :

5. Gerbang XOR (Antivalen, Exclusive-OR)

Gerbang XOR disebut juga gerbang EXCLUSIVE OR dikarenakan hanya mengenali sinyal yang memiliki bit 1 (tinggi) dalam jumlah ganjil untuk menghasilkan sinyal keluaran bernilai tinggi (1).

Operasi Ex-OR :

  • Ex-OR adalah kependekan dari Exclusive OR
  • Jika salah satu dari kedua inputnya HIGH (bukan kedua-duanya), maka output X akan HIGH
  • Jika kedua inputnya bernilai LOW semua atau HIGH semua, maka output X akan LOW

Persamaan Logika Ex-OR :


Ex-OR dapat disusun dari gerbang dasar: AND, OR dan NOT.

Tabel Kebenaran :

6. Gerbang XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR)

Gerbang XNOR disebut juga gerbang Not-EXCLUSIVE-OR. Gerbang XNOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin benilai tinggi (1) maka sinyal masukannya harus benilai genap (kedua nilai masukan harus rendah keduanya atau tinggi keduanya).

Simbol :

Operasi Ex-NOR :

  • Ex-NOR merupakan kebalikan dari Ex-OR
  • Jika salah satu dari kedua inputnya HIGH (bukan kedua-duanya), maka output X akan LOW
  • Jika kedua inputnya bernilai LOW semua atau HIGH semua, maka output X akan HIGH

Persamaan Logika Ex-NOR :

Tabel Kebenaran :


BerdasarkanTabel Kebenaran diatas (yang bernilai output = 1), Ex-NOR dapat disusun dari gerbang dasar: AND, OR dan NOT. Persamaan EX-NOR (dari AND, OR dan NOT) :



Saturday, 26 August 2017

Standarisasi TIA/EIA 568A & 568B

Pengertian Standarisasi EIA/TIA 568B dan 568A

EIA/TIA

EIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Electronic Industries Alliance dan TIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Telecommunication Industry Association. Maksud dari arti EIA/TIA adalah merupakan standarisasi internasional stuktur kabel untuk telekomunikasi. Kabel yang paling sering kita temui adalah jenis UTP, SFTP. Banyak yang menganggap EIA/TIA hanyalah standart untuk kabel jenis ethernet padahal EIA/TIA lebih global untuk telekomunikasi termasuk transfer voice suara (PABX). Untuk Harga Kabel UTP up to date anda dapat mengunjungi oscablenet.

568B - 568A

568B merupakan urutan urutan kabel twisted pair, dalam hal ini kabel UTP atau SFTP. Urutan kabel 568B adalah putih-orange, orange, putih-hijau, biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, coklat Sedangkan untuk urutan 568A adalah Putih hijau, hijau, putih orange, biru, putih biru, orange, putih coklat, coklat.
Kenapa diatas duluan saya tuliskan yang B ?

Karena umumnya pemasangan kabel standartnya adalah yang B didahulukan
Contoh : pemasangan kabel utp straight mengikuti urutan B-B (ujung kabel yang satu urutan B dan ujungnya satu lagi juga B). 

Akan tetapi jika kita memasang A-A juga tetap bisa tidak ada masalah, makanya standarisasi ini berguna untuk instalasi telekomunikasi seragam.Sedangkan untuk pemasangan Crossover mengikuti A-B.
Bagaimana jika A-B ? tetap urutan kabel akan kita sebut Crossover karena Crossover menghubungkan device yang sama. Seiring berkembangnya teknologi permasalahan 568B dan 568A pada dasarnya tidak terlalu mutlak harus diikuti sebagai contoh jika anda membeli switch hub atau router disitu ditulis Auto Sensing atau MDIX itu mengartikan perangkat tersebut dapat menyesuaikan urutan kabel secara otomatis, jadi jika anda hanya salah pengurutan kabel maka perangkat tersebut akan menyesuaikan. 

Itulah sedikit penjelasan dari saya mengenai standarisasi telekomukasi mudah-mudahan bermanfaat.Kritik dan saran kita terima untuk kemajuan tulisan ini.

Wednesday, 23 August 2017

Tabel Konversi Bilangan Hexa, Desimal, Oktal dan Biner

Nah bagi teman-teman yang bingung untuk mengkonversikan sistem bilangan secara manual saya mempermudah anda mempersiapkan tabel konversi sistem bilangan untuk bilangan Hexa, Desimal, Oktal dan Biner. monggo di lihat😄


TABEL SISTEM BILANGAN 8 BIT

Hexa
Desimal
Oktal
Biner
00
000
000
0000 0000
01
001
001
0000 0001
02
002
002
0000 0010
03
003
003
0000 0011
04
004
004
0000 0100
05
005
005
0000 0101
06
006
006
0000 0110
07
007
007
0000 0111
08
008
010
0000 1000
09
009
011
0000 1001
0A
010
012
0000 1010
0B
011
013
0000 1011
0C
012
014
0000 1100
0D
013
015
0000 1101
0E
014
016
0000 1110
0F
015
017
0000 1111
10
016
020
0001 0000
11
017
021
0001 0001
12
018
022
0001 0010
13
019
023
0001 0011
14
020
024
0001 0100
15
021
025
0001 0101
16
022
026
0001 0110
17
023
027
0001 0111
18
024
030
0001 1000
19
025
031
0001 1001
1A
026
032
0001 1010
1B
027
033
0001 1011
1C
028
034
0001 1100
1D
029
035
0001 1101
1E
030
036
0001 1110
1F
031
037
0001 1111
20
032
040
0010 0000
21
033
041
0010 0001
22
034
042
0010 0010
23
035
043
0010 0011
24
036
044
0010 0100
25
037
045
0010 0101
26
038
046
0010 0110
27
039
047
0010 0111
28
040
050
0010 1000
29
041
051
0010 1001
2A
042
052
0010 1010
2B
043
053
0010 1011
2C
044
054
0010 1100
2D
045
055
0010 1101
2E
046
056
0010 1110
2F
047
057
0010 1111
30
048
060
0011 0000
31
049
061
0011 0001
32
050
062
0011 0010
33
051
063
0011 0011
34
052
064
0011 0100
35
053
065
0011 0101
36
054
066
0011 0110
37
055
067
0011 0111
38
056
070
0011 1000
39
057
071
0011 1001
3A
058
072
0011 1010
3B
059
073
0011 1011
3C
060
074
0011 1100
3D
061
075
0011 1101
3E
062
076
0011 1110
3F
063
077
0011 1111
40
064
100
0100 0000
41
065
101
0100 0001
42
066
102
0100 0010
43
067
103
0100 0011
44
068
104
0100 0100
45
069
105
0100 0101
46
070
106
0100 0110
47
071
107
0100 0111
48
072
110
0100 1000
49
073
111
0100 1001
4A
074
112
0100 1010
4B
075
113
0100 1011
4C
076
114
0100 1100
4D
077
115
0100 1101
4E
078
116
0100 1110
4F
079
117
0100 1111
50
080
120
0101 0000
51
081
121
0101 0001
52
082
122
0101 0010
53
083
123
0101 0011
54
084
124
0101 0100
55
085
125
0101 0101
56
086
126
0101 0110
57
087
127
0101 0111
58
088
130
0101 1000
59
089
131
0101 1001
5A
090
132
0101 1010
5B
091
133
0101 1011
5C
092
134
0101 1100
5D
093
135
0101 1101
5E
094
136
0101 1110
5F
095
137
0101 1111
60
096
140
0110 0000
61
097
141
0110 0001
62
098
142
0110 0010
63
099
143
0110 0011
64
100
144
0110 0100
65
101
145
0110 0101
66
102
146
0110 0110
67
103
147
0110 0111
68
104
150
0110 1000
69
105
151
0110 1001
6A
106
152
0110 1010
6B
107
153
0110 1011
6C
108
154
0110 1100
6D
109
155
0110 1101
6E
110
156
0110 1110
6F
111
157
0110 1111
70
112
160
0111 0000
71
113
161
0111 0001
72
114
162
0111 0010
73
115
163
0111 0011
74
116
164
0111 0100
75
117
165
0111 0101
76
118
166
0111 0110
77
119
167
0111 0111
78
120
170
0111 1000
79
121
171
0111 1001
7A
122
172
0111 1010
7B
123
173
0111 1011
7C
124
174
0111 1100
7D
125
175
0111 1101
7E
126
176
0111 1110
7F
127
177
0111 1111
80
128
200
1000 0000
81
129
201
1000 0001
82
130
202
1000 0010
83
131
203
1000 0011
84
132
204
1000 0100
85
133
205
1000 0101
86
134
206
1000 0110
87
135
207
1000 0111
88
136
210
1000 1000
89
137
211
1000 1001
8A
138
212
1000 1010
8B
139
213
1000 1011
8C
140
214
1000 1100
8D
141
215
1000 1101
8E
142
216
1000 1110
8F
143
217
1000 1111
90
144
220
1001 0000
91
145
221
1001 0001
92
146
222
1001 0010
93
147
223
1001 0011
94
148
224
1001 0100
95
149
225
1001 0101
96
150
226
1001 0110
97
151
227
1001 0111
98
152
230
1001 1000
99
153
231
1001 1001
9A
154
232
1001 1010
9B
155
233
1001 1011
9C
156
234
1001 1100
9D
157
235
1001 1101
9E
158
236
1001 1110
9F
159
237
1001 1111
A0
160
240
1010 0000
A1
161
241
1010 0001
A2
162
242
1010 0010
A3
163
243
1010 0011
A4
164
244
1010 0100
A5
165
245
1010 0101
A6
166
246
1010 0110
A7
167
247
1010 0111
A8
168
250
1010 1000
A9
169
251
1010 1001
AA
170
252
1010 1010
AB
171
253
1010 1011
AC
172
254
1010 1100
AD
173
255
1010 1101
AE
174
256
1010 1110
AF
175
257
1010 1111
B0
176
260
1011 0000
B1
177
261
1011 0001
B2
178
262
1011 0010
B3
179
263
1011 0011
B4
180
264
1011 0100
B5
181
265
1011 0101
B6
182
266
1011 0110
B7
183
267
1011 0111
B8
184
270
1011 1000
B9
185
271
1011 1001
BA
186
272
1011 1010
BB
187
273
1011 1011
BC
188
274
1011 1100
BD
189
275
1011 1101
BE
190
276
1011 1110
BF
191
277
1011 1111
C0
192
300
1100 0000
C1
193
301
1100 0001
C2
194
302
1100 0010
C3
195
303
1100 0011
C4
196
304
1100 0100
C5
197
305
1100 0101
C6
198
306
1100 0110
C7
199
307
1100 0111
C8
200
310
1100 1000
C9
201
311
1100 1001
CA
202
312
1100 1010
CB
203
313
1100 1011
CC
204
314
1100 1100
CD
205
315
1100 1101
CE
206
316
1100 1110
CF
207
317
1100 1111
D0
208
320
1101 0000
D1
209
321
1101 0001
D2
210
322
1101 0010
D3
211
323
1101 0011
D4
212
324
1101 0100
D5
213
325
1101 0101
D6
214
326
1101 0110
D7
215
327
1101 0111
D8
216
330
1101 1000
D9
217
331
1101 1001
DA
218
332
1101 1010
DB
219
333
1101 1011
DC
220
334
1101 1100
DD
221
335
1101 1101
DE
222
336
1101 1110
DF
223
337
1101 1111
E0
224
340
1110 0000
E1
225
341
1110 0001
E2
226
342
1110 0010
E3
227
343
1110 0011
E4
228
344
1110 0100
E5
229
345
1110 0101
E6
230
346
1110 0110
E7
231
347
1110 0111
E8
232
350
1110 1000
E9
233
351
1110 1001
EA
234
352
1110 1010
EB
235
353
1110 1011
EC
236
354
1110 1100
ED
237
355
1110 1101
EE
238
356
1110 1110
EF
239
357
1110 1111
F0
240
360
1111 0000
F1
241
361
1111 0001
F2
242
362
1111 0010
F3
243
363
1111 0011
F4
244
364
1111 0100
F5
245
365
1111 0101
F6
246
366
1111 0110
F7
247
367
1111 0111
F8
248
370
1111 1000
F9
249
371
1111 1001
FA
250
372
1111 1010
FB
251
373
1111 1011
FC
252
374
1111 1100
FD
253
375
1111 1101
FE
254
376
1111 1110
FF
255
377
1111 1111